Berbagi Cerita

Sharing Pengalaman dan Cerita Kehidupan

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
Just trying to get it off. There are so many things stucked in my head. Trying to release it, but i dont know how.
Struggling to enjoy everything in front of my Face. Honestly, it makes me sick of it.
Trying share to my own circle, i dont get any support which i really need. 
I dont need an advice. Advice Just makes me stressful and feeling guilty.

Wanna drop it all. Wanna change it all. Acceptance is not easy as saying it. 

Just help me to release it. I am not a person to be a role model. Me only me. Please accept me and my own feeling. Dont judge me. 

I cant sleep because my mind still moving arround. I Close my eyes, but my head still thinking and thinking. Anxiety. Fearness. Insecurity. Stressfull. 

Selamat hari wanita sedunia, happy international Women's Day 2021. Walaupun telat yaah tapi pengen nulis tentang momen perayaan ini.  

International Women's Day atau biasa disingkat IWD ini dirayakan pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya. 


Biasanya tiap tahun memiliki tema kampanye yang berbeda, namun menurut saya semua tema nya saling memiliki keterkaitan dan ada benang merahnya. 

keterkaitan itu terlihat dari maknanya yaitu bagaimana wanita itu bisa berperan aktif dan menjadi bagian dalam perbaikan dan kemajuan di lingkungan sekitar.  

Khusus tahun ini, tema besar yang diusung adalah #ChooseToChallenge, Achieve The Unachievable. Apa itu yaah artinya. 

Nah buat kamu yang penasaran dan pengen tahu pake banget tentang tema ini, dah cuss panggil mbah google, pasti banyak tuh ulasannya, hehehe. 

secara sederhana, #ChooseToChallenge bermakna bahwa wanita pada saat ini memiliki kesempatan untuk taking part or becoming the leader or pioneer dalam melakukan suatu perubahan yang positif bagi lingkungan sekitarnya. 

Dimana peranan yang besar tersebut, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para wanita apalagi selain ranah publik, wanita juga memiliki peranan yang sangat vital dalam ranah domestik atau rumah tangga. 

#ChooseToChallenge, merupakan kekuatan tersendiri bagi para wanita. Dimana kita sebagai wanita memiliki kesempatan untuk menantang diri kita untuk bisa berbuat lebih dari apa yang kita bayangkan selama ini. 

Dalam hal ini baik wanita maupun pria memiliki kesempatan yang sama untuk berperan dalam suatu kemajuan bangsa, namun dengan tidak melupakan sifat kodrati yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. 

Wanita itu kuat karena bisa melakukan beberapa peranan di waktu yang bersamaan. Satu sisi menjadi seorang istri dan ibu sekaligus mengurus urusan rumah tangga. 

Di sisi lain, wanita juga berperan dalam kemajuan suatu bangsa baik urusan ekonomi, sosial, politik maupun budaya. Semua sisi ini bukan hal yang mudah, semua punya tantangan dan terkadang menuntut suatu "kesempurnaan".  

Namun terkadang tantangan terbesar bagi wanita itu adalah justru hadir dari dalam dirinya sendiri. 

Wanita sering melakukan self talk dan tak jarang self talk yang muncul adalah hal yang negatif. 

Negative Self Talk inilah yang membuat wanita sering meragukan kemampuan dirinya sendiri, bahkan cenderung menyalahkan diri sendiri (Self Blaming). 

Self talk negatif yang sering muncul, misalnya seperti:

"Haduh pasti saya gak bisa nih" 

  atau
 
"Bodohnya...,urusan kecil aja kok saya gak bisa sih!" 

 atau "gue ini ibu yang gagal"

Self talk negatif yang sering muncul tak ayal membuat wanita sibuk dengan pikirannya sendiri sehingga membuat beberapa hal penting menjadi terbengkalai.

Namun apakah self talk negatif ini bisa dihilangkan? ehhm... pertanyaan besar abad ini sepertinya😁

jawabnya tentu tidak. Self talk negatif atau pikiran negatif itu pasti akan selalu ada dalam pikiran dan diri seseorang, baik dia wanita maupun pria. itu manusiawi kok. 

Justru yang perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana cara mengelola self talk serta merasionalisasikannya sehingga tidak memberi dampak buruk bagi diri kita secara personal, bagi keluarga maupun bagi lingkungan sosial kita lainnya.

terkadang kita sendiri yang begitu kejam dalam menilai diri sendiri. kita yang sering menyiksa diri dengan pikiran dan kata-kata negatif terhadap diri sendiri. 

Kita menjadi lemah bukan karena perkataan orang lain, namun karena diri kita yang mengijinkan hal negatif tersebut mempengaruhi diri kita. 
 

Belajar dari Webinar #ChooseToChallenge

Sedikit mengulas tentang webinar #ChooseToChallenge yang saya ikuti di kantor bulan Maret lalu. 

Webinar ini menghadirkan pembicara yaitu seorang Psikolog dari Universitas Indonesia Ibu Daisy M.E. Suhari, MSI., Psikolog.

menurut Ibu Daisy, wanita masa kini memiliki 3 peran yang melekat pada dirinya. Peran tersebut adalah peran sebagai diri secara personal, peran dalam keluarga dan juga perannya di lingkungan pekerjaan atau ranah publik lainnya. 

Dalam menjalani multiperan ini tentu akan memberikan dampak terhadap wanita itu sendiri selaku pemeran dari 3 peranan tersebut. 

Dampak tersebut sebagaimana dijelaskan ibu Daisy dalam presentasi beliau sebagai berikut 

#ChooseToChallenge: Kurangi "Self Talk" Negatif


Dampak yang muncul ini merupakan hal yang tidak bisa dihindari. pasti disuatu ketika akan ada singgungan antara peran yang dilakukan. 

Dikarenakan dampak ini tidak bisa dihindari, disitulah dibutuhkannya kemampuan untuk mengelola peran tersebut. 

Lalu bagaimana mengelolanya dampak dari multiperan itu?

Sekali lagi yang perlu kita pahami disini adalah bukan bagaimana menghilangkan dampak yang terjadi atau bahkan menghilangkan salah satu peran yang ada pada diri seorang wanita. 

Konteks disini adalah ketika seorang wanita itu #ChooseToChallenge dirinya untuk ambil peran secara bersamaan di 3 aspek diatas.  

Menurut Ibu Daisy ada beberapa prinsip dalam pengelolaan peran, mengutip presentasi yang beliau sampaikan berikut ini



#ChooseToChallenge: Kurangi "Self Talk" Negatif

Namun dari prinsip dasar tersebut ada hal terpenting yang perlu kita jaga yaitu senantiasa berusaha untuk bersikap dan berpikir positif. 

Setidaknya dengan berpikir positif membuat kita jauh lebih bahagia dan mood kita jadi lebih terjaga. 

salah satu bentuk bersikap positif disini adalah dengan tidak menyesali apa yang sudah kita pilih dan menerima keadaan kita dengan penuh rasa syukur dan tidak menjadikannya sebagai beban, namun sebuah kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri #ChooseToChallenge. 

dalam kegiatan webinar ini, Ibu Daisy memberi kesempatan kepada peserta webinar untuk membuat daftar hal yang paling sulit atau paling menantang dalam mengelola peran ini. 

Dari daftar yang dibuat   ternyata hal yang paling sulit dalam mengelola multiperan itu adalah terkait dengan mengatur ulang ekspektasi dan menghilangkan self talk negatif. 

ada 2 cara bagi wanita dalam mengelola multiperan yang ada pada dirinya

Atur Ulang Ekpekstasi dan Gunakan Support System

Ekspektasi boleh, tapi jangan muluk dan lebay! seperti itulah kiranya yang bisa saya tarik dari penjelasan beliau dari cara mengatur ulang ekspektasi. 

Terkadang ekspektasi yang sempurna itu, justru hadir dari dalam diri kita sendiri. 

Berperan dalam 3 aspek yaitu personal, family & Work secara bersamaan itu memang bukanlah urusan yang mudah. 

Namun keberhasilan kita dalam mengatur ulang ekspektasi ini menjadi kunci, agar urusan kita bisa lebih achievable. 

Bukankah target yang terlalu mengawang justru membuat kita stres dan frustasi karena sepertinya tidak akan pernah bisa kita capai. 

Kita diminta untuk mengatur ulang ekpektasi bukan menghilangkan ekspektasi. 

Berharap itu boleh, namun harapan itu harus mempertimbangkan kondisi dan situasi. 

selama hal tersebut tidak membahayakan dan tidak merusak esensi dari peranan yang kita lakukan, toleransi dan maklum itu bisa dilakukan. 

Wanita tangguh itu bukan berarti apa-apa dikerjakan sendiri bagaikan wonder woman. 

Perlu kita ingat bahwa kita punya support system yang bisa kita "pakai" untuk menopang diri kita yang tentunya punya kelemahan ini. 

Disinilah pentingnya mengkomunikasikan dengan baik kondisi kita dengan keluarga, rekan kerja ataupun atasan kita apabila kita bekerja di kantoran. 

Jangan Sering Terlibat "Self Talk" yang negatif

seperti penjelasan diawal, bahwa tantangan terbesar dari seorang wanita dalam melakukan 3 peranannya itu adalah self talk negatif yang muncul dari dalam dirinya. 

Self talk yang negatif apabila dibiarkan, maka akan mempengaruhi tindakan dan kinerja seseorang. 

ketika self talk negatif muncul mulailah coba untuk men-challenge pikiran kita tersebut dengan cara merasionalisasikan pikiran-pikiran buruk yang muncul. rasionalisasikan dengan cara bertanya balik ke diri kita. 

Sebagai Ilustrasi:

A (Self Talk negatif): "anak saya ini kurus banget gak kayak anak yang lain, haduuh pasti karena saya yang gak becus nih ngurus anak!"

B (Pikiran rasional): iya sih kurus tapi dia tetap aktif kok dan dari dokter juga bilang masih fine-fine saja perkembangannya, sesuai dengan umurnya. 

ilutrasi diatas terlihat sederhana, namun hal diatas kerap kali terjadi pada seorang wanita. maka dari itu, kita sebagai wanita bisa lebih membalance pikiran negatif kita dengan rasa syukur atas pencapaian yang sudah kita lakukan. 

hargai dan berterima kasih pada diri sendiri walapun untuk suatu pencapaian yang terlihat kecil. 

#choosetochallenge bukan hanya bermakna agar wanita itu bisa men-challenge dirinya untuk berbuat lebih atau push her limit. 

Makna ini juga meliputi bahwa wanita dengan segala peranannya tetaplah seorang wanita yang harus berjuang untuk mengalahkan dirinya sendiri.

Mengalahkan stigma bahwa wanita itu lemah termasuk juga mengelola efek negatif dari semua komentar miring orang lain terhadap pengelolaan peran yang dilakukannya. 

segala peranan yang dilakukan oleh seorang wanita membutuhkan jerih payah dan usaha yang tidak mudah. 

Percalayah, dengan keterampilan menata diri, menata hati, menata ulang ekspektasi juga dengan kesabaran dan keikhlasan. Segala jerih payah kita akan memberikan dampak yang luar biasa bagi sekitar kita. 

setidaknya melihat senyuman dan riangnya anak kita disaat kita pulang kerja, itu sudah menjadi penghibur hati kita yang penat.

Senyuman dan ucapan terima kasih yang tulus dari orang yang kita bantu, itu sudah menjadi apresiasi tersendiri bagi kita. 

Wanita itu perasa dan lembut, maka rahim itu dititipkan oleh Allah SWT ke bagian tubuh wanita. Wanita itu kuat dan penuh kasih sayang, maka air susu itu datangnya dari seorang ibu. 

So ladies, you're amazing. let's #choosetochallenge. Let's achieve the unachievable. 

semoga bermanfaat. 













 











ini bukan tagline merk sepatu itu yaah. Bukan juga untuk tujuan promosi apalagi minta endorse-an. enggak yaah. 

Just do it kalau diartikan secara harfiah artinya sangat sederhana " Lakukan saja".

Namun kalau dimaknai lebih mendalam, hal ini bisa jadi filosofi hidup tersendiri bagi seseorang. 

Setidaknya itulah filosofi atau prinsip hidup suami saya, just do it. 

Dalam hidup ternyata tidak gampang untuk mewujudkan prinsip ini. Hal itulah yang saya rasakan.

Jujur tidak lah mudah bagi saya untuk memahami dan meresapi makna Just Do It ini. Kenapa susah? tinggal lakukan saja, gitu aja kok repot!

Terkadang  di suatu ketika, saya merasa kesulitan untuk melangkah atau berbuat sesuatu.

Sulit untuk melangkah lantaran memikirkan hal-hal lain yang kurang penting atau bahkan tidak penting sama sekali, namun saya merasa hal tersebut harus saya pikirkan. 

Pemikiran saya begitu panjang, sehingga apa yang sudah direncanakan malah berakhir  dengan hanya sekedar wacana. Padahal just do it saja lho..!

Sulitnya Just Do It bagi saya

Sebagai contoh dalam hal pekerjaan. misalnya ketika saya diberi tanggung jawab baru atau ditunjuk menjadi project leader. 

Hal pertama yang saya pikirkan adalah apa iya saya sanggup, apa iya saya bisa, projectnya kan besar pasti ribet ngatur waktunya, pasti complicated banget proses pengerjaannya dan bla.. bla...

Belum apa-apa, belum dilakukan tetapi pikirannya sudah kemana-mana alias overthinking. 

Ujung-ujungnya ketika mulai melakukan proyek ini,  saya selalu merasa was-was dan takut jika proyek ini akan gagal atau hasilnya tidak sesuai harapan.  

Bisa dibayangkan, bagaimana hasilnya ketika melakukan sesuatu dengan dipenuhi rasa khawatir yang berlebihan. 

Bukan hanya soal pekerjaan, just do it sulit saya lakukan ketika saya ingin berbuat sesuatu yang baik bagi orang lain. 

Saya sering punya rencana untuk memberi sedekah pada orang lain dijalan. Tetapi tahu apa yang saya pikirkan ketika akan melakukan kebaikan ini? 

Pikiran saya, nanti gimana ya kalau orangnya tersinggung, apa tidak sebaiknya saya berikan makanan saja, trus gimana kalau tiba-tiba ada preman ambil uangnya dan lain sebagainya. 

Karena saking pusingnya dengan pemikiran sendiri, saya urungkan niat saya saat itu dan berpikir untuk bersedekah ditempat lain saja atau di lain waktu. 

Sebenarnya apa sih "Just Do It"

Just do it itu memanglah tidak segampang artinya. tetapi just do it ini memang menuntut kita untuk tidak overthinking dalam hal memulai suatu tindakan. Tindakan yang baik tentunya.

Just do it bukan berati kita lakukan sesuatu tanpa perencanaan dan pertimbangan, bukan juga. 

Just do it dimaknai kita melangkah dengan percaya diri dengan berbekal perencanaan yang matang sehingga ketika berjalan kita tidak terlalu khawatir dengan ujung perjalanan ini. 

toh di saat berjalan, bisa saja perencanaan itu berubah, bisa saja justru kita bisa menemukan jalan pintas yang bisa membawa kita lebih cepat ke tempat yang menjadi tujuan kita. 

Bayangkan, kita hendak berjalan ke suatu tempat, sebut saja kita akan ke kota Bandung.  harusnya pertama kali yang kita pikirkan sebelum berangkat ke bandung adalah bagaimana kita bisa ke bandung, kapan berangkat ke bandung dan perbekalan yang mesti kita bawa. 

Bukannya sibuk memikirkan bagaimana kondisi penginapannya disana nanti , bersih atau tidak. Trus sampai di Bandung nanti macet gak yaah atau sempet gak yaa beli oleh-oleh. pasti rame disana apalagi tempat wisatanya dan lain sebagainya jadi beban pikiran. 

Jalan aja belum, berangkat aja belum tetapi otak udah dipenuhi dengan pikiran macem-macem. 

Jadinya badmood. Dan bukan tidak mungkin akhirnya urung liburan ke Bandung. 

Sering kita dengar kan, perencanaan itu baik, persiapan itu memang penting namun yang lebih penting adalah segera mulai untuk dilakukan. 

Tidak ada gunanya perencanaan sebaik dan sesempurna mungkin.  Tidak ada gunanya persiapan yang matang dan detail, Jika tidak ada langkah nyata yang kita lakukan. 

seperti proses pembangunan, bangunan yang kokoh tidak berdiri karena sebuah perencanaan atau sekedar gambar di kertas. 

Tetapi bangunan itu bisa menjadi kokoh karena ada langkah pertama yang dilakukan yaitu peletakkan batu pertama lalu disusul batu-batu lainnya yang mengikutinya.  

Just Do it, bukan just think it. 

Just Do It VS Just Think It

Kalau just think it hanya berakhir dalam pemikiran. ya memang tidak akan pernah gagal, ya namanya juga cuman mikir pasti gak ada kata gagal. 

Namun perlu diingat kesuksesan itu bukan hanya wacana saja, tetapi kesuksesan itu berangkat dari suatu tindakan nyata dan secara konsisten dilakukan. 

Sedangkan kalau just do it walaupun kegagalan yang kita terima diakhirnya, namun setidaknya kita pernah mencobanya dan pernah memiliki pengalaman dalam melakukannya. 

Toh dalam kehidupan, namanya kegagalan itu sesuatu yang wajar dan tidak selamanya juga kegagalan itu menghampiri hidup kita. 

Adakalanya kita gagal, namun adakalanya juga kita merasakan gemilangnya sesuatu kesuksesan. 

Lebih baik sudah melakukan walaupun gagal, dibandingkan sukses namun hanya dalam pikiran dan khayalan. 

setiap awal tahun selalu ada resolusi yang kita buat, detail banget sudah ada timelinenya dan sudah ada target yang hendak di capai.

Namun terkadang kita lupa, bahwa diri kita ini butuh motivasi tinggi untuk just do what the planning said. Just Do It. 

Tanpa tindakan yang nyata, resolusi tahun ini akan tetap menjadi resolusi tahunan yang tidak pernah mencapai targetnya. 

Maka tak heran, Just Do It ini menjadi tagline merek sepatu terkenal itu. 

Karena kesuksesan itu pasti diawali dengan suatu langkah nyata, keberanian dalam melangkah serta kesiapan diri untuk berbuat suatu yang lebih dari sekedar wacana dan pikiran. 

so just do it....! let's move up!


Source image: www.linkedin.com




Banyak berita beredar yang mengumbar aib dan keburukan orang lain beberapa hari belakangan ini. spekulasi dan asumsi beredar, semakin membuat simpang siur dan tidak jelas akan kebenarannya. ada yang menghubung-hubungkan tiap kejadian sebagai tanda bahwa berita itu benar adanya. entah hanya kebetulan saja ataupun memang ada hubungannya, kita juga tidak tahu.  

Dengan beredarnya pemberitaan ini, lalu munculah tanggapan dari berbagai pihak. Ada yang curhat tentang apa yang dipikirkannya. Ada yang menunggu klarifikasi dari yang bersangkutan dan ada pula pihak yang mencoba mencari "panggung" ditengah kekisruhan ini. Namun, yang lebih membingungkan adalah pihak keluarga yang mestinya menutupi aib, malah membongkarnya dengan sukarela dihadapan media. seriusan, saya tidak habis pikir. 

Sejujurnya memang ada rasa kepo dalam diri saya tentang berita ini. Ada rasa tidak percaya, ada rasa miris dan muncul pula rasa sesal mengapa harus ikutan mikirin kasus yang gak ada hubungannya sama sekali dengan diri saya. aneh ya. 

Kalau buka media sosial, pasti ada saja yang membahas kasus yang sedang hangat ini. Apalagi kalau buka laman perlambean itu. wow... tingkat kekepoan saya semakin meningkat 100%, kalau tidak di stop. Ya sudah tau ujungnya gimana. Habis waktu hanya untuk mencari info lebih banyak tentang kasus ini. Pertanyaannya, ada kah manfaat untuk diri ini? jawabannya pasti tidak dong. habisin kuota malah iya...wakakaakk. 

Memang seru siih mengulik kehidupan orang lain itu, terutama kehidupan seorang yang terkenal, contohnya artis. kayaknya happening banget gitu, kalau kita tau banyak tentang yang lagi viral saat ini. Seperti nagih gitu kan. hahahaa

Namun ada benarnya juga ya segala yang seru itu belum tentu baik dan ada manfaatnya. hahaha seperti keseruan mengulik kehidupan orang lain ini. coba bayangin dong. kita lihat di Insta*ram. Satu pemberitaan namun dengan ratusan komentar. Macam macam komentar. semuanya berkomentar seakan paling tahu dan paling benar pemikirannya.

saya termasuk netizen yang sukanya sebagai silent reader aja, jarang banget meninggalkan pesan di kolom komentar. paling juga nge"like" or nge"love" saja. kadang juga hanya ketawa sendiri ngeliat komentar netizen yang lucu-lucu alias nyeleneh. Bahkan kadang lebih serunya lagi, sesama komentator tapi saling bully. Hadeuuh.

Entah apa tujuan nya berita tersebut dimunculkan. yang jelas, kita sebagai netizen budiman sudah sebaiknya bijak dalam menyikapi hal ini. Jangan sampai informasi yang beredar luas ini membuat kita mendadak menjadi seorang "hakim" bagi kehidupan orang lain. 

kecenderungannya saat ini, banyak orang yang dengan mudah menghakimi dan men"judge" orang lain, seakan dirinya paling tahu kehidupan orang lain tersebut. padahal informasi yang didapat pun sumbernya bisa jadi hanya dari media sosial bukan berdasarkan penglihatan atau bukti empirik yang memang bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. 

sering kita dengar kata-kata " jadilah netizen yang cerdas". menurut saya cerdas itu bukan hanya tidak gampang percaya hoax, namun juga cerdas dalam memberikan komentar dan mengutarakan pemikirannya terhadap suatu hal. 

Dalam dunia peradilan saja ada istilah "presumption of innocent"  (praduga tak bersalah)  terhadap seorang terdakwa. Apalagi terhadap kehidupan orang lain, yang kita tidak tau cerita asli dibalik layarnya. 

Asas praduga tak bersalah ini membuat seorang hakim menjadi lebih bijak dalam melihat bukti-bukti yang ada sehingga putusan yang diambil bisa mencerminkan keadilan. 

Bisa dibayangkan, apabila seorang hakim sudah memiliki prasangka buruk terhadap terdakwa, maka seberapa banyaknya bukti-bukti yang diajukan walaupun meringankan terdakwa, maka hakim tidak mau mempertimbangkannya dan langsung memutuskan terdakwa tersebut bersalah. 

sama seperti kita, terkadang informasi itu kita telan mentah-mentah tanpa dipikirkan terlebih dahulu. dengan berbekal informasi viral media sosial dan asumsi, pikiran kita langsung mengarah ke judgement. 

pertanyaan yang harusnya selalu muncul dibenak kita ketika kita hendak menilai kehidupan orang lain. Sudah kah kita melihat cermin, lalu bilang, "sudah baikkah diri ini? sehingga mulut dan jari ini dengan lantangnya berkomentar seenaknya?" sudah kah kita menjadi hakim yang adil untuk diri kita sendiri?

Apakah kita sudah yakin bahwa kita lebih baik dari orang yang diberitakan itu? atau karena memang Allah menutupi aib kita saja, makanya kita terlihat baik?

manusia itu adalah tempat salah dan dosa. manusia itu juga punya khilaf. hanya Tuhan yang berhak untuk menilai seorang itu baik, buruk, alim, munafik ataupun khianat. Karena sifat kemanusiaan kita inilah, Tuhan memberikan kita akal & pikiran agar dapat dipergunakan untuk menuntun kita dalam berbuat sesuatu. Berbuat yang terbaik selama kita hidup. 

cukuplah pemberitaan itu menjadikan kita lebih introspeksi diri untuk selalu berusaha berbuat yang terbaik dalam setiap sisi kehidupan kita. berbuat salah dan khilaf itu wajar, namun bukan berarti menjadi pembenaran bagi diri kita untuk membiarkan diri kita terbuai dengan "kekhilafan tersebut". 

Biarlah orang yang khilaf itu mendapat konsekuensi atas segala perbuatannya. sedangkan kita, cukup tahan diri kita untuk tidak berkomentar buruk tentang orang lain. karena setiap manusia ada kalanya diatas dan ada kalanya dibawa. mungkin saat ini kita aman saja, namun di lain waktu bisa saja kesalahan itu justru kita yang melakukannya. 

Cukup tahu informasi. lalu bercermin pada diri kita. Perbaikilah diri kita sendiri dulu tanpa perlu menghakimi orang lain. 

sederhanakan hidup kita, dengan memikirkan hal-hal yang memang menjadi tanggung jawab dan kewajiban kita. 

sekedar pemikiran... 👌😃




 









Sudah sebulan, saya tidak berbagi cerita di blog ini. 

Sejujurnya saya juga bingung mau menuliskan tentang apa. 

Sebulan yang lalu saya mengalami beberapa kejadian yang membuat mood saya menurun dan keinginan untuk mendalami hobi baru saya ini juga menurun.  

awalnya saya berusaha untuk menulis seminggu sekali kemudian berlalu 2 minggu hingga pada akhirnya genap sebulan, saya tidak post tulisan sama sekali. 

Hingga hari ini saya tersadar bahwa menulis itu membutuhkan konsistensi dan perjuangan. 

Saya paksakan diri saya untuk segera menulis dan minimal ngepost satu tulisan di weekend ini. tetap semangat!

Tips konsisten melakukan sesuatu

Godaan Sekali Saja.. Apaan itu?

ada yang bilang bahwa kita itu harus menghindari "godaan sekali ini saja". 

Saya mendengar istilah ini ketika mengikuti webinar di kantor saya yang membahas tentang Healthy lifestyle.

Godaan sekali ini saja, terkait dengan kita yang sering bilang "ya udah deh sekali ini aja gak diet... " atau " sekali ini aja deh ga usah nge-gym". 

Awalnya cuma sekali ini saja, lama-lama sekali sajanya berulang menjadi beberapa kali. 

Beberapa kali lalu menjadi kebiasaan baru. Dan apa yang sudah kita rencanakan, pada akhirnya hanya menjadi wacana saja.

sepertinya "godaan sekali ini saja" sudah menjangkiti diri saya. hadeuuh dah kayak penyakit aja. 

Tapi dipikir-pikir, emang ini penyakit siih. penyakit bagi diri yang sedang berusaha konsisten dalam melakukan improvement. 

Kalau kita tidak segera menyadarinya dan berusaha untuk mengobatinya, maka sudah bisa dibayangkan akhirnya. Penyesalan.

Godaan sekali ini saja, kalau saya boleh mengibaratkan adalah seperti sebuah pilihan. 

Pilihan yang sebenarnya memberikan kita peluang untuk berfikir sejenak, agar  ketika kita sudah menjatuhkan pilihan, kita siap dengan konsekuensinya.

Misalnya, ketika saya punya target untuk ngepost tulisan minimal 1 tulisan disetiap weekend, maka ketika 1 kali weekend saya tidak post tulisan, mestinya di weekend selanjutnya saya harus post 2 tulisan.

Nah ini yang berat bagi kaum rebahan tulen seperti saya. pengennya sekali saja tidak posting tulisan, tetapi next weekendnya berat banget buat nerbitin 2 tulisan. alasan ajaa lu!... wkwkwkkk.

Godaan sekali ini saja pasti pernah dialami oleh setiap orang. namun tidak setiap orang bisa menanggulangi dampak dari godaan ini. butuh perjuangan untuk mengatasinya. 

Perjuangan dan dukungan dari lingkungan sekitar memang sangat diperlukan.

Semua di mulai dari diri sendiri

Godaan sekali ini saja terkadang muncul dari dalam diri kita sendiri. 

Godaan ini hadir ketika muncul rasa jenuh akan rutinitas yang kita lakukan. rutinitas yang saya maksud adalah suatu perbuatan yang rutin kita lakukan karena ada tujuan yang ingin kita capai.

Rasa jenuh itu memang suatu hal yang manusiawi dan setiap manusia pasti mengalaminya. hanya saja rasa ini tidak bisa kita biarkan berlarut-larut. harus ada ada action yang mesti kita lakukan.

kita perlu bertanya pada diri kita, kenapa kita harus melakukan rutinitas tersebut. apa tujuan kita melakukan itu.  

flashback lagi harapan dan tujuan yang hendak kita gapai ketika kita berhasil secara konsisten melakukan apa yang sudah kita rencanakan.

Setidaknya dengan kita mengingat kembali tujuan kita, kita bisa menyadari bahwa rehat sejenak itu boleh saja.

Namun jangan sampai skip sekali ini saja menjadi suatu kebiasaan baru yang pada akhirnya membuat kita melupakan tujuan kita. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan konsistensi dan perjuangan. 

Cerita saya dengan "godaan sekali ini saja"

saya berkaca pada diri saya, seperti yang saya ceritakan diawal bahwa sudah genap sebulan saya tidak menulis. 

Tidak posting tulisan sama sekali selama 4 minggu berturut-turut. begitulah.. saya sudah terjebak didalam godaan sekali ini saja. 

Awalnya saya hanya absen menulis di minggu ke-21, namun hingga minggu ke-25, blog saya sepi dari postingan. 

Saya membuat blog ini 6 bulan yang lalu. Selama 5 bulan, bisa dibilang saya rutin menulis dan posting tulisan. 

Saya menulis memang di waktu weekend, karena di weekend lah saya baru bisa fokus menulis setelah 5 hari sibuk bekerja sebagai pegawai kantoran. 

sejak awal bangun blog ini, saya tidak pernah absen dalam menulis. setiap weekend pasti saya posting 1 atau 2 tulisan. 

Bahkan pernah dalam 1 weekend saya bisa posting 3 tulisan. saking semangatnya, begadang pun saya jabani demi menghasilkan sebuah tulisan. 

walaupun harus begadang, saya tetap lakukan dengan penuh semangat dan passionated. hal ini saya lakukan, karena saya punya tujuan. Menjadi penulis handal dan menjadikan blog saya sebagai referensi bagi working mom blogger lainnya. 

saya punya prinsip tidak apa tidak menulis setiap hari, namun setidaknya 1 kali dalam seminggu,  saya posting tulisan di blog. 

Saya selalu berusaha konsisten untuk menulis seminggu sekali. hal ini saya lakukan dengan semangat apalagi saya juga sudah menjadi anggota komunitas kece para blogger yaitu komunitas 1 Minggu 1 Cerita (1M1C). Semakin menggelora semangat untuk menulisnya. 

namun, hal tersebut seketika terhenti di minggu ke-21. saat itu saya sedang banyak sekali deadline kerjaan kantor, yang jujur menguras emosi dan membuat fisik saya drop. karena selama hari kerja di minggu ke-21 itu, full mengerjakan laporan dan presentasi.  

Hal ini membuat saya jenuh. Jenuh sekali. Namun karena pekerjaan, ya saya harus paksakan diri. mau tidak mau dilakukan.

Kejenuhan dalam pekerjaan ini, membuat saya juga jenuh untuk melakukan hal lainnya, apalagi yang berhubungan dengan menulis dan membuat jurnal.

Boro-boro menulis dan posting tulisan, buka laptop saja rasanya berat banget di weekend itu. Walhasil, weekend ke-21,  hanya saya isi dengan rebahan dan nonton. 
ketika malas ngeblog


pikiran saya saat itu adalah "yaudah deh sekali ini saja, absen dulu nulisnya", "nanti di minggu ke- 21 mulai lagi". 

Rencananya hanya absen menulis di minggu ke-21,  namun hingga minggu ke-25, saya tidak posting tulisan sama sekali. 

Begitulah... saya sudah terjebak dalam godaan sekali ini saja.

menyadari sudah terjebak begini, tidak ada pilihan lain bagi saya, kecuali bangkit dan ingat kembali tujuan saya buat blog.

Selain itu, jangan sampai saya di drop dari keanggotaan komunitas 1M1C. sekali lagi saya absen posting tulisan, saya akan di remove oleh kakak admin dari WAG komunitas ini. tidaaaak!

Bagaimana bangkit dari "Godaan sekali ini saja"?

kita tahu bahwa kita sering terjangkit godaan sekali ini saja, artinya tidak mungkin kita hindari.

Namun perlu diingat,  ini adalah pilihan hidup kita. pilihan yang memiliki konsekuensi. dimana dibutuhkan kesiapan diri kita menghadapi konsekuensi tersebut.

godaan sekali ini saja mirip dengan istilah coba-coba.  Awalnya coba-coba, jadi keterusan lalu menjadi nyaman. nah lhoo.

Kalau coba-coba untuk hal yang baik, itu bagus yaah. kalau coba-coba nya hal negatif dan cenderung merugikan seperti godaan sekali saja ini. Bisa dibayangkan bagaimana akhirnya. 

hadeuuuh jangan sampai deh kita dalam kedaan begitu. lalu gimana dong kalau godaan sekali ini saja muncul. 

Sejujurnya tidak ada teori terkait dengan ini, ya sependek pengetahuan saya yaah. kalau ada yang punya informasi mengenai ini, yuuk kita saling berbagi cerita. 

kalau pengalaman pribadi saya, untuk bisa lepas dari "godaan sekali ini saja", saya lakukan hal-hal berikut:

1. Ingat kembali tujuan saya

Misalnya saya mengingatkan lagi diri saya akan tujuan saya membuat blog. saya baca-baca lagi postingan saya yang dulu-dulu. 

Dengan membaca lagi tulisan saya terdahulu, saya jadi mengingat kembali suasana saya menulis saat itu.

Bagaimana semangatnya saya dalam menulis. flashback masa-masa indah ketika semangat berbagi cerita. 

ingat lagi tujuan yang menjadi dasar kita melakukan sesuatu.  tujuan kita kenapa harus diet, tujuan kita kenapa harus nabung atau tujuan kita mengapa hidup bersih dan sehat. 

Balik lagi apa sih tujuan kita melakukan segala sesuatu itu . Pastikan tujuan itu memang baik dan membaikkan diri kita yaah. 

2. ikuti komunitas atau lingkungan yang positif

saya beruntung sejak awal buat blog saya sudah menjadi member komunitas 1M1C ini. dengan tergabungnya saya di WAG komunitas ini, setiap minggu selalu ada reminder buat saya untuk menulis.

 Apalagi semua membernya aktif "congkak" di group. semakin membuat saya mau tidak mau harus bangkit. ya setidaknya ter"trigger" juga dengan "jangan sampe gue di remove ma kakak admin"...waakakak. Salam congkak!

3. Sadari bahwa kita hanya sedang rehat sejenak, bukan selamanya

kadang kita tidak menyadari bahwa saat ini kita sudah terjerat "godaan sekali ini saja". Sekali saja yang sebenarnya sudah berkali kali. 

Dalam mengatasi hal itu yang perlu kita lakukan adalah buat diri kita selalu keep alert bahwa situasi ini tidak boleh berlarut.

Rehat sejenak boleh saja, tapi namanya sejenak yaa tidak untuk selamanya. rehat sejenak, lalu diikuti dengan action yang berkali lipat guna menutup gap selama kita rehat sejenak itu. 

4. Paksakan diri untuk selalu konsisten

mau tidak mau kita harus lakukan apa yang sudah menjadi rencana kita dengan konsisten. 

Ya inilah namanya perjuangan untuk mencapai tujuan. Jeratan "godaan sekali ini saja" adalah tantangan yang harus kita hadapi dan kita taklukan. 

Jika memang kita tidak ingin konsisten dan tidak suka berjuang, ya tidak usah muluk untuk punya tujuan. 

itulah sedikit cerita dari saya yang sudah sebulan vakum menulis. Semoga kita selalu bisa mengatasi jeratan "Godaan Sekali ini saja".  yuuk ah saling berbagi cerita. kalau ini cerita dari saya... lalu bagaimana cerita mu?

salam,

Emak2 satu anak, member militan kaum rebahan... :D

Sources Pictures:

1. https://www.mentalfloss.com/article/624277/fun-things-to-do-when-you-are-bored
2. https://www.hermanyudiono.com/cara-mengatasi-malas-menulis/





Disini siapa yang tidak pernah diomongin atau di gunjing orang lain? ada yang sekalipun dalam hidupnya bebas dari penilaian buruk orang lain? atau ada yang tidak pernah di kritik dengan cara yang menyakitkan? 

Sepertinya tidak mungkin ya. karena namanya kita manusia yang masih hidup dan berada ditengah masyarakat yang beragam. omongan dan penilaian buruk orang lain terhadap diri kita itu sangat mungkin terjadi. 

Ini suatu hal yang tidak bisa kita hindari atau kita mute ketika kita tidak ingin mendengarnya. Lah emangnya lagi webinar, mic partisipan di mute dulu biar gak berisik. 

Tips hadapi omongan orang

ada kabar gembira nih bagi kita yang sering jadi bahan omongan orang. Lah kabar gembira apaan? masa diomongin orang jadi kabar gembira? kalau diomonginnya hal yang positif atau kebaikan kita, itu baru kabar gembira namanya. 

Nah kalau yang diomongin keburukan bahkan aib kita sendiri, nanti duluu... itu siih ngajak ribut namanya. Weiits tenang.. jangan keburu emosi dulu, santai....!

memang kalau mendengar omongan negatif dari orang lain baik secara langsung maupun dibelakang kita atau digunjing oleh orang lain, itu gak enak banget. 

Tidak dipungkiri, terkadang hal tersebut membuat kita merasa sedih, bete, uring-uringan bahkan merasa insecure. Perasaan insecure ini  membuat kita mudah curiga, mudah marah alias gak santai dalam menjalani hidup. Apa-apa  itu takut di nilai buruk oleh orang lain. 

Related: Ketika Saya Merasa Insecure

saya menulis ini bukan untuk mengajak menjadi seorang yang anti sosial atau menutup diri dari kehidupan bermasyarakat.  saya hanya mengajak para pembaca untuk lebih memahami bahwa yang namanya hidup di masyarakat, mesti banyak maklum. 

Kenapa mesti banyak maklumnya? karena kalau kita tidak banyak maklum, yang ada malah perasaan insecure tadi merajai diri kita dan membuat kita tidak produktif.

Dalam kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari orang-orang dengan beragam karakter dan latar belakang pendidikan yang berbeda. sudah barang tentu akan banyak friksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Termasuk pasti ada saja orang yang tidak suka dengan kita dan pasti ada saja orang yang ngomong buruk tentang diri kita. 

Tidak usah tegang, dibawa santai saja. Daripada kita lelah dengan mulut orang yang kadang gak bertanggung jawab. Lebih baik kita tulis dan warnai hidup kita dengan prestasi dan kebaikan. Pastikan akhir hayat kita pun diakhiri dengan kebaikan dan saling memaafkan. setujuu...?

ingat, kehidupan ini kita yang menjalani dan kita sendiri pula yang akan mempertanggungjawabkannya. Bahagia, nestapa, jatuh dan bangun kita itu tidak dipengaruhi oleh penilaian orang lain. 

Baik atau buruk tindakan kita, yang menilai itu adalah Allah SWT yang maha adil dan maha bijaksana. So tetaplah menjadi orang baik dan selalu berusaha berbuat yang terbaik. 

Related: Tulis dan Akhirlah Kisahmu dengan kebaikan

seperti tadi diawal tulisan, ada kabar gembira bagi kita yang jadi korban atau jadi objek omongan atau pergunjingan orang. Pengen tau? yuk simak tulisan ini sampai selesai yah.

Kabar gembira bagi yang sering jadi objek omongan orang 

tau tidak menjadi objek pergunjingan orang lain itu akan membawa bahagia alias membawa manfaat buat diri kita? Saya juga baru tau hahaha...

Namun yang perlu di ingat, kabar gembira ini untuk orang yang bisa bersabar terhadap gunjingan orang lain alias bisa berfikir logis dalam menganggapi penilaian buruk orang. 

Juga bagi kita yang tidak membalas ngomongin orang ketika kita tahu dibelakang sana orang tersebut bergunjing tentang diri kita.

Tips hadapi omongan orang

kalau kita membalas dengan hal yang sama, berarti kualitas diri kita sama saja dengan orang yang suka ngomongin orang lain alias tukang gosip atau tukang ghibah. Emang mau disamakan begitu? No way...!

Manfaat jika menjadi Objek Penilaian Negatif Orang Lain

buat kita selalu introspeksi diri

Orang yang selalu berfikir dan menilai negatif tentang kita, terkadang dialah orang yang paling jujur melihat kekurangan diri kita. karena setiap gerak gerik kita pasti akan dia lihat terus dan ketika ada yang buruk, pasti dia langsung berkomentar. 

berbahagialah, ternyata ada yang perhatian dengan kita

Dengan kita tau ada orang yang mmebicarakan keburukan kita, membuat kita menjadi lebih bisa memperhatikan perbuatan kita. minimal orang-orang itu bisa menjadi reminder bagi kita. so kita bisa dengan cepat memperbaiki kesalahan . bisa jadi, pada awalnya kita diomongin, namun karena kita senantiasa memperbaiki diri dan tanpa banyak bicara,  orang lain pun juga akan tau kualitas diri kita. 

Membuat kita bersemangat untuk memperbaiki diri

pasti ada rasa dalam diri kita untuk bisa membuktikan bahwa omongan orang-orang itu salah. bukan menjadikan ini pemicu stress kita, ubah lah menjadi motivasi bagi diri kita untuk berbuat yang terbaik. 

bukan kah segala sesuatu itu terjadi karena Allah SWT menghendaki ada kebaikan buat kita. bisa jadi para tukang gosip itu adalah jalan Allah bagi kita untuk termotivasi dalam memperbaiki diri. tiada keburukan yang terjadi, kecuali ada kebaikan didalamnya.  

Semakin menambah pahala dan catatan amal kita

salah satu kerugian orang bergosip atau berghibah selain menghabiskan waktu produktifnya adalah juga bisa mengurangi pahala atau catatan amal kebaikan dirinya. Pahalanya itu mengalir ke orang yang dia omongin. Naah kan... lumayan nih buat kita yang ibadahnya standar saja, tapi mampu bersabar dan tidak membalas omongan orang lain. Dapat pahala tambahan. Gratis loh!

nah lumayan senang kan... ternyata diomongin buruk dan dinilai negatif oleh orang lain itu bukan msalah besar. ya enggak? justru malah peluang kita untuk menjadi orang yang lebih baik.

Bagaimana bisa santai ketika diomongin orang?

iya siih sudah tau ada manfaat yang bisa kita ambil. Namun yang namanya manusia kadang ketika hal gak mengenakkan ini terjadi, kok segala manfaat yang diutarakan diatas tadi seperti tidak terpikirkan. Pasti ada rasa pengen marah, pengen membalas dan pada akhirnya hidup terasa berat dan gak santai. 

Manusiawi lho perasaan tersebut. Cuman gini yaa, santai atau tidak santai kita menanggapinya.. toh, perkataan dan penilaian buruk orang lain itu sudah terjadi dan sudah tersebar.

Sulit bagi kita untuk meminta orang yang mendengar cerita buruk tentang kita itu, untuk tidak berfikir negatif terhadap diri kita. 

ibarat sebuah rekaman, rekamannya ini sudah tersebar. jadi walaupun mau kita edit dan kita hapuskan, berita tentang rekaman itu sudah diketahui banyak orang dan sulit untuk dihapus beritanya.  

Tips hadapi omongan orang

daripada kita marah-marah dan uring-uringan,  lebih baik kita buat relax pikiran kita dan mulailah berfikir jernih untuk menghadapi kondisi yang tidak mengenakan ini. Setuju...? kalau setuju yuuk cus kita lanjutkan!

so bagaimana kita bisa santai dalam menghadapi omongan orang:

1. lakukan Introspeksi diri

tidak ada yang lebih baik dalam menganggapi omongan negatif orang lain selain dari melakukan introspeksi diri. manusia itu tempat salah dan dosa, jadi memang sudah seharusnya kita lakukan introspeksi diri.

2. Tabayun atau klarifikasi dengan orang yang bersangkutan

jika memungkinkan, kita bisa lakukan cross check atau klarifikasi kepada yang bersangkutan. klarifikasi disini bukan dalam artian kita melabrak ya. Tetap caranya dengan dewasa dan cara baik-baik. Ketika kita mampu menegaskan point of view kita terhadap orang lain (dengan cara yang elegan, namun tegas), kadang orang lain itu jadi paham bahwa apa yang dilakukannya itu telah mengganggu kita dan berfikir dua kali jika ingin melakukan hal yang sama lagi.  

ini kalau memungkinkan yaa, kalau tidak memungkinkan tidak perlu dilakukan. lihat-lihat orangnya juga. Kalau malah nanti menimbulkan permasalahan baru, lebih baik tinggalkan dan lupakan saja. waktu kita sangat berharga untuk hal lain yang lebih bermanfaat. 

3. Fokus pada hal lain yang lebih bermanfaat dan memberikan efek positif bagi kita

Fokuslah pada hal-hal yang membawa manfaat bagi kita, lingkungan atau orang-orang yang menjadi toxic baiknya kita tinggalkan saja. tidak perlu digubris. terkadang orang membicarakan kita itu hanya ingin cari perhatian dan ingin ditanggapi. Kalau kita tersulut dan menjadi emosi, mereka akan senang. Namun jika  kita menanggapi dengan santai dan biasa saja, mereka juga akan lelah sendiri.

4. Silaturahim dan sharing dengan orang-orang yang mencintai kita

perbanyaklah silaturahim dengan siapapun terutama pada keluarga dan orang-orang yang mencintai kita. mereka lah support system kita yang akan selalu mendukung dan menerima kekurangan dan kelebihan kita dengan tulus.  jadi energi positif buat kita akan selalu ada dari orang-orang terdekat kita tersebut. selain energi positif bisa jadi akan ada solusi terhadap permasalahan kita.

5. Lakukan hal-hal yang membuat kita relax dan happy

misal dengan berolah raga, melakukan kegiatan bersama komunitas yang sesuai passion kita atau hal lainnya yang dapat memberikan energi positif dan positive mindset bagi kita. 

pemicu stres alias gak santai karena omongan dan penilaian buruk orang lain itu juga diperparah dengan ketiadaan balancing energi dalam diri kita. jadi kita hanya menyerap energi negatif dari omongan orang lain tersebut, namun kita tidak mencoba mencari balancing energi positif bagi diri kita.   

6. Konsisten berbuat baik dan serahkan segalanya ke Allah SWT

berbuat baiklah secara konsisten dan tulus. ketulusan dan konsistensi dalam berbuat baik, akan memberikan dampak positif bagi kita. minimal, orang lain akan melihat bahwa omongan negatif terhadap diri kita itu tidak benar dan lama kelamaan omongan negatif itu akan hilang dengan sendirinya. Bungkam mereka dengan ketulusan dan kebaikanmu. 

akhirnya semua itu kembali lagi kepada diri kita. kita mau terpuruk karena omongan orang atau kita mau bangkit dan segera raih kebahagiaan dan kesuksean kita sendiri. Pilihannya ada didalam dirimu.

Jadi... santai ketika diomongin negatif oleh orang lain, bisa? bisa dong....!

semoga bermanfaat 😃


Referensi Image:

1. Orang bahagia (Photo by Miguel Constantin) via https://unsplash.com

2. Photo by Priscilla Du Preez via https://unsplash.com

3. https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3512667/bersikap-cuek-ternyata-bisa-bikin-hidup-kita-lebih-bahagia#



Sejujurnya saya bingung mau menuliskan apa tentang tema kali ini. Tema yang saya hindari ketika ingin menulis adalah tema yang berkaitan dengan kecantikan dan make up. 

Bukannya apa-apa, saya ini seorang perempuan yang tidak terlalu memikirkan penampilan alias jarang dandan. 

Saya make up itu biasanya jika mau ke kondangan atau menjadi pantiia di acara keluarga atau acara kantor. itu juga bukan make up sendiri yaah, tapi panggil tukang make up atau istilah kerennya saya pakai jasa MUA (Make up Artist). 

jadi mohon maaf yaa kalau tulisan saya ini tidak informatif atau tidak nyambung hahhaa... 

Tulisan kali ini, saya buat dalam rangka memenuhi tugas akhir saya sebagai peserta dari kelas blogging pemula yang diadakan oleh  komunitas blogger yang beranggotakan emak-emak yang aktif dan kece abiss. 

Dalam tugas akhir ini, saya dan teman-teman peserta lainnya diminta untuk memilih lalu menuliskan 1 dari 10 tema pilihan yang sudah disiapkan oleh panitia kelas blogging ini. 

Dari 10 tema pilihan, ada 1 tema yang paling saya hindari yaitu "Rekomendasi Lipstik Matte". tema itu yang saya hindari, justru tema itulah yang mesti saya pilih. 

Mau gak mau pilih ini, karena 9 tema lain sudah terlebih dahulu dipilih oleh peserta lain. ya sudah laah emang sudah takdir nulis ini. 

Siapa tau aja ini menjadi titik awal bisa jadi beauty blogger.  be Positive thinking aja.

okeeeh cukup curcolnyaa..yuuk cuss langsung simak rekomendasi lipstik matte dari saya seorang pemula, pemula yang pake banget...wkwkwkwk..

Berdasarkan blog kecantikan yang saya baca, pengertian lipstik matte adalah lipstik yang kandungan minyak nya sedikit sehingga tidak mengkilap dan  tidak lengket. Lipstik ini membuat bibir terihat lebih padat. 

Dan yang paling penting, lipstik matte ini tidak mudah luntur sehingga tidak meninggalkan noda digelas ataupun di baju.

lipstik matte ini banyak digemari karena memang tahan lama dan tidak terlalu mengkilap. termasuk saya juga suka dengan lipstik matte.  

Lipstik Matte Tahan Lama
                                                      Image from Bukareview - bukalapak

Pengalaman pribadi Menggunakan Lipstik Matte

Dulu saya memilih lipstik itu hanya untuk membuat bibir tidak pucat dan tidak terlihat warna asli bibir saya yang coklat. 

Saya cenderung memilih jenis lipstik satin dan glossy. Jika sehabis pakai lipstik ini, saya pede banget dengan bibir saya, cerah dan merona. 

Namun cerah bibir saya itu tidak bertahan lama. Tidak sampai 3 jam, lipstik saya mulai luntur dan hanya tersisa warna merah dibagian ujung luar bibir. 

Bayangin, bagian luar bibir masih ada garis merah sisa lipstik, sedangkan bagian dalam bibir sudah terlihat warna asli bibir saya yaitu coklat. Tetiba jadi gak pede. 

Apalagi saya jarang bawa lipstik kalau berpergian, jika lipstik saya sudah mulai luntur, tidak bisa langsung touch up. Namun kalau harus touch up terus kok yaa repot banget pikir saya. 

Saya teringat video yang sempat viral, dimana ada seorang cewek yang sedang makan, baru sekali suap, langsung touch up lagi bibirnya. mungkin mba nya takut lipstiknya luntur. hadeuuuuh tapi untung saya gak sampai separah itu. 

singkat cerita waktu itu saya mengikuti untuk acara international woman day di kantor. Kegiatan itu terdiri dari beberapa rangkaian acara yang salah satunya adalah make up class. 

Karena memang ada fasilitas gratis untuk ikutan kelas make up, saya gak mau ketinggalan dong buat ikut serta. 

Jujur setelah mengikuti kelas make up waktu itu, saya mulai memikirkan penampilan. Mulai belajar buat alis dan paham bagaimana memilih lipstik yang cocok dengan warna bibir dan tekstur bibir. 

dari kelas make up itulah akhirnya saya menemukan lipstik yang cocok buat saya, yaitu lipstik matte. 

Rekomendasi Lipstik Matte ala saya

Lipstik matte yang saya pakai adalah Intense Matte Lip Cream No. 004. Kalau boleh saya bilang ini rekomendasi lipstik matte dari saya. 

Lipstik Matte Tahan Lama

                                                                                Dokumen Pribadi

Gimana rasanya pakai Lipstik matte ini?

saya pilih memang warna dengan tone sesuai dengan kulit saya, warna netral. Warna yang tidak terlalu mencolok, namun tidak juga pucat jika dipakai. 

saya pilih tone warna nomor 004. Make Over Intense Matte Lip Cream No 004 Vanity. 

pertama kali saya pakai ini ketika mengikuti kelas make up itu. Lipstik nomor 004 ini memang lipstik sample yang disiapkan oleh panitia untuk dipakai para peserta make up class. 

Ketika saya pakai lipstic ini saya merasa cocok dengan bibir saya. warnanya pas. tidak menor.  Jadi ketika selesai make up class, saya langsung membeli produk ini. 

Lipstik matte dari Make Over ini menurut saya full coverage di bibir. Sehingga warna asli bibir saya yang coklat ini bisa tertutupi oleh lipstik ini sehingga wajah tampak merona. 

selain full coverage, lipstik ini juga tahan lama dan tidak mengkilap. Tahan lamanya ini yang saya suka, jadi ketika saya makan atau minum saya gak perlu sering-sering touch up. warna bibir tetap on. 

Saya ini orang yang terbiasa mengelapkan tissu ke bibir setelah bibir dipakaikan lipstik.

Kebiasaan ini saya lihat sejak ibu saya dulu ketika dandan..hehee. biasanya kan ada noda yaa di tissue, kerennya kalau pakai matte ini beda, dia tidak meninggalkan noda. 

namun namanya juga buatan manusia yaah, ada kelebihan pasti ada kekurangannya. 

Menurut saya kekurangannya lipstik ini membuat bibir terasa agak kering. namun ini tidak terlalu bermasalah. kamu bisa memakai lip balm sebelum aplikasikan lipstik ini ke bibir kamu. 

Tadi kan tentang produknya yaa, nah kalau untuk harganya gimana?

menurut saya harganya ini masih reasonable dan terjangkau. Apalagi untuk produk berkualitas seperti lipstic matte ini. Bagi saya harga 100 ribu itu masih acceptable.

Berdasarkan review female daily,  produk Make Over Intense Matte Lip Cream No 004 Vanity  ini mendapat review bintang 4.5 (1 = paling buruk, 5=paling baik). 

Dari 809 responden yang merupakan pengguna produk ini, sebanyak 92% menyatakan bahwa produk ini kualitasnya baik dan bisa jadi rekomendasi lipstik matte buat kamu.

so.. untuk kamu yang masih bingung mencari lipstik matte, boleh lho ikuti rekomendasi lipstik matte saya ini. 😃

semoga bermanfaat.





sejenak saya termenung ketika melihat tayangan seorang anak laki-laki dengan khusuk melantunkan hafalan ayat suci Al Quran. Hafalannya itu dia lantunkan tatkala dirinya terbaring tak berdaya di sebuah rumah sakit. Menurut info dari tayangan tersebut, anak laki-laki itu menderita tumor ganas yang telah mengerogoti tubuhnya sejak 4 bulan lalu. 

Dalam keadaan lemah dan menahan sakit ditempat pembaringan, hanya lantunan quran yang sering keluar dari mulutnya. tiada keluhan dan kalimat mengaduh. Memang anak laki-laki ini, semasa dia sehat sangat gemar membaca Al Quran dan selalu bersemangat dalam menghafal ayat-ayat quran. hingga hafalannya sudah mencapai 29 Juz. 

Namun takdir berkata lain, anak laki-laki ini menghembuskan nafas terakhirnya dan menghadap Allah SWT dalam keadaan hafal quran. Dengan iringan doa, tangis serta rasa bangga dari kedua orang tuanya, dia pergi menuju keharibaan Sang Khalik yang telah menantinya penuh dengan rindu. Insya Allah. Amiiin. 

tetiba terlintas didalam benak bagaimana ya akhir hidup saya nanti. apakah berakhir bahagia ataukah nestapa? jujur kalau sudah memikirkan tentang hal ini. Saya jadi takut dan khawatir. Merasa amal ibadah dan kebaikan saya selama ini sedikit sekali, sedangkan amal buruk gak ketulungan banyaknya. Ya Allah. 

Hidup ibarat sebuah perlombaan. Dalam perlombaan hanya yang terbaik lah yang akan menjadi pemenangnya. Tentunya menjadi yang terbaik itu perlu daya dan upaya yang maksimal.

sebelum mengikuti perlombaan, kita sebagai peserta harus mampu memperkirakan bekal apa dan hal apa saja yang mesti kita persiapkan agar kita bisa berlaga di arena perlombaan dengan kemampuan yang terbaik dan optimal.

begitu pun esensi kehidupan ini, kita dilahirkan ke dunia bukan hanya untuk bersantai-santai atau tanpa tujuan, namun untuk berbuat baik dan terbaik selama waktu perlombaan kehidupan ini masih berjalan. 

berkaca dengan kehidupan pribadi, saya merasa waktu yang ada saat ini tidak saya manfaatkan untuk hal-hal yang baik dan membaikkan bagi lingkungan sekitar saya. padahal kita tidak tahu kapan waktu ini berakhir. seperti cerita saya diawal, betapa menyenangkannya ketika akhir hayat kita di iringi dengan amal ibadah dan kebaikan. orang yang hidup mengiringi dengan tangis dan doa, sedangkan dirinya berbahagia menyambut pertemuannya dengan Sang Pencipta.

Apakah ada terbayangkan oleh dirinya, dia akan meninggal di pembaringan sambil menahan sakit yang teramat namun mulut dan hatinya tetap melantunkan ayat suci Al Quran, ibaratnya sedang setor hafalannya. Mungkin iya, mungkin juga tidak. namun yang jelas sakit dan usahanya menghafal quran sudah menjadi saksi bagi dirinya di hari perhitungan kelak.

Akhir kisah yang baik

Lihat kembali kisahmu..

Melihat cerita diatas, saya merasa salut sekalgus iri dengan anak laki-laki tersebut. Disadari atau tidak,  anak laki-laki tersebut sudah menentukan dan menuliskan kisahnya sendiri dengan akhir yang baik. Dia mengupayakan akhir hidupnya dengan sebaik mungkin. Sehingga Allah pun menggariskan kepadanya akhir hidup yang husnul khotimah.

jujur dari cerita anak laki-laki penghafal Al Quran itu,  akhirnya membuat saya harus terbuka melihat kisah diri sendiri. Malu kadang, sudah seumur sekarang ini berasa persiapan untuk akhir kisah saya belum maksimal. kadang ibadah juga masih standar, masih suka ghibah, suka berburuk sangka dengan orang lain. Dan yang lebih memalukan lagi nih, kadang saya mau berbuat baik saja banyak banget pertimbangannya yang pada akhirnya gak jadi berbuat apa-apa. 

ketika mendengar ceramah agama atau mendengar advice dari suami atau dari orang tua atau melihat tayanagn seperti diatas, segera membuat hati terenyuh dan sedih karena mengingat betapa banyak nya yang harus diperbaiki dari diri ini. Tapi ketika sudah tenggelam dengan urusan kerjaan, urusan rumah, dll.. seakan diri ini lupa akan hal yang terpenting dalam hidup, yaitu akhir kisah saya nanti mau seperti apa. 

ada yang bilang begitulah manusia tempatnya salah dan dosa. selalu naik turun keimanan itu adalah hal yang wajar dan manusiawi. namun kemanusiawian itu jangan menjadikan alasan kita untuk mewajarkan semuanya tanpa kita berusaha untuk memperbaiki diri. karena kita sudah dibekali akal, pikiran dan hati nurani, maka sudah sepatutnya kita terus berupaya berbuat maksimal dan optimal. 
 
Jadi... Apakah kita hanya sekedar menjadi penonton tatkala orang lain menjadi pemenang? apakah kita hanya berdiam tanpa melakukan apa-apa untuk persiapan akhir kisah kita nanti?  tentunya tidak. Ingatlah, selama waktu perlombaan masih dibuka, sejatinya kita semua punya kesempatan untuk keluar sebagai pemenangnya. 

buka mata, buka telinga, buka pikiran dan buka hati. jadikan ikhtiar kita untuk menjadi manusia baik dan membaikkan menjadi catatan tersendiri bagi kita di hari pengadilan Allah nanti. 


Pastikan kebaikan menjadi tujuan kisahmu...

menjadi pemenang memang bukan perkara mudah, pasti ada saja halangan dan rintangannya. oleh karena itu fokus pada tujuan perlombaan kehidupan itu menjadi hal yang sangat penting. setiap kali mengikuti ceramah agama, selalu yang diingatkan adalah akhir dan tujuan hidup kita. Tujuan hidup yang jelas, membuat kita mantap dalam menapaki kehidupan ini. 

perlu kita pahami bahwa tujuan hidup itu bukan melulu soal kita menjadi apa, akan berapa banyak harta yang kita dapat atau seberapa besar pengaruh kita terhadap orang lain. namun tujuan hidup disini adalah tujuan hidup yang lebih hakkiki dan jangka panjang, yaitu kehidupan setelah kematian. 

Ibarat kita sedang dalam perjalanan dengan membawa kendaraan. kita berangkat ke suatu tempat yang kita tuju. sebelum berangkat, kita pasti sudah tahu kemana kita akan pergi. mulai  dari alamat lengkapnya, arahnya serta jalan mana saja yang mesti kita lalui, kita sudah paham. Dan kalaupun kita tidak tahu pasti tempatnya, kita akan cari tahu melalui GPS atau bertanya kepada orang lain. 

Hidup Bagaikan Sebuah Perjalanan
                                  

Bisa dibayangkan betapa sulitnya kita, ketika berjalan terus tanpa mengetahui mau kemana tujuannya, jalan terus tanpa henti dan tanpa bertanya.  Lalu ditengah jalan bensin habis sedangkan hari sudah malam dan kita berada di tengah hutan yang kita tidak tahu pasti. 

ketidaktahuan akan tujuan hidup terkadang membuat diri kita galau dan seakan terombang ambing didalam ketidakpastian alias kita merasa insecure.

seperti halnya menulis, kehidupan kita dimulai dengan awal yang menarik, tengah cerita yang walaupun pasti ada naik turunnya upayakan tetap konsisten dengan cerita diawalnya dan akhirilah kisah kita dengan  dengan kisah yang baik dan indah. Kitalah yang menentukan mau seperti apa cerita yang akan kita torehkan nanti.

mudah-mudahan sampai disini kita masih satu frekuensi ya..hehhee

Rangkailah cerita mu dan mulailah kisahnya...

Ketika kita sudah paham mau apa dan bagaimana tujuan kisah akhir kita nanti, maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita merangkai kisah kita saat ini sehingga melahirkan cerita indah yang berakhir dengan kebahagiaan.  

Tulislah kisah mu
                                                         
Sang pencipta juga telah mengutarakan bahwa tiada seorang hamba yang hidup melainkan akan diuji keimanan dan kesungguhannya. ibarat membuat suatu tulisan yang menarik. kisah indah itu tidak hanya ditentukan oleh cerita di pembukaan, namun juga di pengaruhi dengan menariknya kisah yang dibangun dan konsistensi bagian tengah dengan cerita awal. 

bagian tengah inilah yang saya sebut sebagai ikhtiar kita saat ini untuk menuju akhir kisah yang indah nantinya.

Yuuk tuliskan bagian tengah kisah mu dengan hal berikut ini: 

1. Selalu luruskan niat dan ingat tujuan kita

lagi-lagi seperti menulis, walaupun kita berada dibagian tengah, mengingat cerita awal atau tujuan awal itu penting untuk tetap menjaga konsistensi cerita. kalau dalam kehidupan kita ketika kita selalu meluruskan niat dan merefresh tujuan kita, maka bisa membantu kita untuk selalu istiqomah pada kebaikan. 

Tujuan Hidup

2. Berbuat baik dan bermanfaat

Berbuat baik dan manfaat itu tidak harus sifatnya besar dan massif. Berbuat baik walaupun kecil dan sederhana, namun kita ikhlas hanya karena Allah SWT, maka nilainya besar di hadapan Allah. Daripada perbuatannya besar, namun ada rasa ingin dipuji dan diketahui orang lain, maka tiada artinya seperti kapas yang berterbangan. 

Pernah mendengar kisah seorang wanita tunasusila yang memberi minum seekor anjing yang sangat kehausan. dia melakukan itu tidak berfikir akan dapat pujian ataupun dapat uang karena perbuatannya itu. perbuatannya itu murni karena ketulusannya. ketulusannya itulah yang menjadikan perbuatan kecilnya itu membawanya pada ampunan Allah SWT. 

seperti dalam sebuah tulisan, cerita yang menarik dengan alur yang jelas, membuat pembaca semakin tertarik untuk membaca tulisan kita hingga akhir kisahnya. Namun ketika ditengah cerita ternyata ada alur yang tidak nyambung dan cerita yang tidak menarik, maka bisa jadi si pembaca itu akan stop membaca atau minimal akan bilang " Lah kok ceritanya gak nyambung ya". Kualitas tulisan kita akan dipertanyakan. 

maka rangkai lah terus kisah mu dengan kisah-kisah indah tentang kebaikan, maka kebaikan itu yang akan membawa kita terus hidup walaupun telah meninggalkan dunia ini.

So... teruslah berbuat baik dan bermanfaat, karena kita tidak tahu perbuatan baik mana yang akan membawa kita kepada akhir hayat yang baik nantinya.  

3. Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Allah SWT sebagai penilai perbuatan kita selama di dunia, maka bermohonlah kepadanya agar menggerakan diri kita selalu dalam kebaikan. penuntun dan penolong yang baik dan terbaik hanya Allah SWT pencipta kita yang sangat memahami siapa diri kita sebenarnya. 

Dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, ”Aku dalam sangkaan hamba-‎Ku, dan Aku akan selalu bersamanya, ketika ia mengingat-Ku. Kemudian ‎apabila ia ingat Aku dalam dirinya, Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku, dan ‎jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum, maka Aku akan mengingatnya ‎dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu. Jika ia mendekat kepada-‎Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku satu ‎hasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan ‎berjalan kaki, aku akan datang kepadanya dengan lari-lari kecil.” (Riwayat ‎Bukhari dan Muslim)‎

kedekatan kepada Allah ini yang membuat hati kita selalu tenang dan damai, sehingga dengan mudah perbuatan baik, kata-kata baik dan pemikiran baik muncul dari dalam diri kita. 

4. Perbanyak introspeksi diri

mungkin bisa kita analogikan dengan proses editing dan koreksi dalam sebuah tulisan. koreksi yang dilakukan bisa terhadap redaksional, jalan cerita ataupun preview tampilan tulisan kita. Begitu juga dalam kehidupan ini, kita selalu diminta untuk sering introspeksi diri (muhasabah) agar kita semakin menyadari dimana letak kekurangan dan kesalahan diri kita, selagi ada kesempatan, segeralah perbaiki dan rangkai lah lagi kebaikan selanjutnya. 

                                     

5. Banyak berdoa kepada Allah SWT 

Berdoa adalah bentuk syukur dan bentuk harap kita sebagai hamba. kita sebagai seorang hamba tidak akan bisa mengarungi hidup ini tanpa bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT. jangan pernah berputusa asa terhadap pertolongan dan bimbingan Allah SWT. hanya Allah yang selalu ada untuk kita. dikala semua orang meninggalkan kita ketika kita jatuh, maka Allah akan hadir menjadi teman dan penolong kita yang terbaik. 

ingat jangan berhenti berharap, karena keajaiban dan pertolongan Allah akan datang disaat yang tidak terduga. 


Tutuplah kisah mu tetap dalam kebaikan...

kita memang tidak tahu kapan akhir dari kisah kehidupan ini. kita juga tidak tahu bagaimana yang sebenarnya akan terjadi di akhir kisah nanti. hidup ini adalah sebab dan akibat. kewajiban kita adalah membuat sebab yang baik dan selalu konsisten pada kebaikan. akibat tergantung pada sebab yang kita torehkan. Berjuanglah terus dan pastikan ada kebaikan di setiap episode kehidupan kita. berserahlah dan bermohonlah pada Sang Penentu Akhir kita, agar kisah kita indah diawal, menarik di tengahnya dan indah pada akhirnya.

Semoga bermanfaat... 😄



Image

1. image via canstockphoto.com

2. image from pinterest by sweetco.in

3. Image from Pinterest 

4. image from pinterest  by dreamstime.com

5. Image from Pinterest uploaded by @tausiyahcinta

6. Image by pinterest







 
















Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Foto saya
Annisa Ayu
Saya seorang Ibu Pekerja (Working Mom). Newly Blogger. Apa adanya dan mengalir saja mengikuti kata hati. tidak suka keteraturan yang kaku dan mengikat. Imajinatif.
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  September (1)
      • Lamborghini di tengah hutan belantara
  • ►  2022 (4)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2021 (4)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (23)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)

Berbagi Cerita

Sharing Pengalaman dan Cerita Kehidupan

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Cerita Sang Pencari Jodoh: From "Ambyar" to "Perayaan"
  • Anak Bukan Wujud Obsesi Orang Tua
  • Penting! Mood positif hadapi hari Senin.. ini tipsnya
  • Cermin Diri
  • Long Distance Marriage
  • The Power of "Terpaksa"
  • Tips memilih Daycare
  • Ketika Ide Menulis blog "Mandeg"
  • Just Do It
  • UUA: Ujung-ujungnya Alergi

Categories

  • Beauty 1
  • Blogging 5
  • Kesehatan 1
  • Kuliner 1
  • Motivation 7
  • Parenting 3
  • Personal 9
  • Personal Self Reminder 1
  • Tips 6

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Oddthemes

Copyright © Berbagi Cerita. Designed by OddThemes